PC/PMIIMOJOKERTO- Surat audiensi yang dilayangkan Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Mojokerto, mengendap tak kunjung di respon sama sekali oleh pemerintah kabupaten Mojokerto.
Muhammad Nur Fadillah selaku ketua umum PC PMII Mojokerto, menilai bupati mojokerto Muhammad Al Barra apatis dalam menampung aspirasi publik, dibuktikan dengan dua kali surat audiensi di layangkan namun masih belum ada titik terang.
“surat tersebut sudah kami kirim dua kali, pertama pada tanggal 19 November karena tak kunjung ada tanggapan serius dari pemkab, di susul surat kedua pada tanggal 3 desember 2025,” ujar Fadil (8/12/2025)
Fadil juga menyampaikan beberapa kali langkah administratif kami sudah laksanakan tapi ternyata hal ini belum bisa di indahkan oleh bupati, selaku pimpinan daerah yang seharusnya tidak alergi terhadap aspirasi mahasiswa.
“Sebenarnya i’tikad dalam momentum audiensi tersebut kami dan seluruh kepengurusan cabang periode 2025-2026 ingin berdiskusi dengan pimpinan daerah untuk bersama-sama menganalisa berbagai problem yang ada di kabupaten Mojokerto namun per hari ini kami belum menerima konfirmasi apapun,” tegasnya.
Lebih lanjut, Fadil juga menegaskan, ditengah kebijakan efisiensi anggaran, pemkab Mojokerto di tuntut harus membangun kemandirian fiskal daerah sehingga Pemerintah jangan sampai ugal-ugalan dalam Pengelolaan anggaran.
“dalam periode ini PMII akan konsisten mengawal kebijakan publik dan anggaran, maka Setiap kebijakan harus memiliki dasar yang kuat sesuai kajian PC PMII Mojokerto Bupati belum mampu mengambil langkah tegas terhadap pelaku tambang ilegal yang jelas jelas ini mencuri SDA kita, jikasaja PAD dari sektor pertambangan ini tertib maka kekuatan fiskal daerah bisa optimal,” ungkapnya
Disisi lain, Sekpri Bupati Al Barra ketika di konfirmasi oleh salah satu pengurus cabang PMII Mojokerto mengatakan belum sama sekali menerima petunjuk terkait surat audiensi yang telah berulang-ulang kali PMII layangkan.
“Kami akan sampaikan kepada beliau (Gus Bupati) namun Sampai sekarang kami belum menerima petunjuk,” tandasnya.
Pewarta: Fikri
Editor: msdn