PC/PMIIMOJOKERTO– Momentum Hari Sumpah Pemuda menjadi ajang refleksi bagi generasi muda untuk meneguhkan kembali semangat perjuangan dan persatuan dalam menghadapi cepatnya arus perubahan zaman. Hal ini disampaikan oleh Muhammad Nurfadillah, atau yang akrab disapa Fadil, Ketua Mandataris PC PMII Mojokerto, saat ditemui dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda, Senin (28/10/2025).
Menurut Fadil, pemuda memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga semangat persatuan yang telah diwariskan oleh para pendahulu bangsa. Ia menegaskan bahwa pemuda masa kini harus mampu beradaptasi dan berkontribusi terhadap perubahan yang terjadi di berbagai bidang kehidupan.
“Hari Sumpah Pemuda menjadi refleksi pada cepatnya arus perubahan zaman yang terjadi. Pemuda harus mampu terus berkontribusi terhadap seluruh perubahan dan pembangunan negeri,” ujar Fadil, (28/10/2025).
Lebih lanjut, Ia menekankan bahwa semangat kemerdekaan Indonesia tidak terlepas dari peran dan keberanian para pemuda yang bersatu dalam perbedaan untuk memperjuangkan cita-cita bangsa.
“Deklarasi kemerdekaan kita diawali oleh semangat para pemuda yang menghantarkan bangsa kita kepada persatuan dan kesatuan bahasa, bangsa, tanah air yang satu dan sebagai awal gerbang kemerdekaan,” tambahnya.
Mengutip pepatah Arab “Syubbanul yaum rijalul ghad” yang berarti pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan, Fadi mengajak seluruh kader PMII untuk terus menempa diri menjadi generasi yang tangguh, berilmu, dan siap memimpin perubahan.
“Sebagai kader PMII, menyikapi peran pemuda haruslah secara taktis. Kita meyakini kader-kader yang terdidik dan teruji mampu mewarisi nilai serta tergolong sebagai pemimpin di masa yang akan datang,” tegasnya.
Melalui semangat Sumpah Pemuda ke-97 tahun ini, Fadi berharap kader-kader PMII Mojokerto terus memperkuat identitas dan kontribusinya dalam membangun bangsa dengan nilai-nilai keislaman, keindonesiaan, dan kemanusiaan.
Pewarta: Ical
Editor: Imam Faisal Mobarok
Publisher: Tim Redaksi PC PMII Mojokerto