pcpmiimojokerto.com

PMII dan DINKES Satukan Langkah Tingkatkan Pengawasan SPPG Usai Siswa Keracunan MBG

PC/PMIIMOJOKERTO– Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Mojokerto gelar audiensi bersama Dinas Kesehatan kabupaten Mojokerto, pmii tekankan pengawasan ketat terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak patuhi SOP pada hari Kamis (22/01/2026) 

Ketua PC PMII Mojokerto Muhammad Nur Fadillah, memapaparkan bahwa tujuan audiensi ini adalah bagian dari kontrol sosial organisasi kemahasiswaan, dalam melihat bagaimana program prioritas dari presiden itu beroperasi di daerah-daerah terkhusus daerah kabupaten Mojokerto.

“kami menyoroti beberapa hal termasuk terkait standar operasional (SOP) dan sertifikasi dapur-dapur SPPG yang sudah beroperasi apakah sudah sesuai ketentuan yang berlaku, apakah sudah memenuhi kriteria dari undang-undang yang ada seperti Permenkes no 1096 tahun 2011 tentang higiene sanitasi jasaboga,” paparnya.

Fadil menambahkan keberpihakan pmii kepada sesama masyarakat Indonesia yang perlu sama sama mendapatkan keamanan (human security) dan kenyamanan dengan adanya program MBG.

“Pemerintah wajib menjamin keamanan siswa di Indonesia itu benar-benar terjaga dan mereka dilindungi dalam garis besar berdasarkan hak asasi manusia (HAM) jadi audiensi kita itu jelas keberpihakan kita terhadap siswa-siswi yang nantinya akan menjadi generasi penerus bangsa”

Dan pmii mengeluhkan bahwasanya badan gizi nasional (BGN) ini tidak ada keterbukaan atau transparansi publik mulai dari segala aspek.

“Kritik kita bahwa BGN belum bisa terbuka kepada publik maka dari itu langkah yang pmii bisa lakukan yaitu berkoordinasi dan berdiskusi dengan dinas kesehatan sebagai instrumen pengawas,”tandas fadil

Terpisah kepala dinas kesehatan Dra. Dyan Anggrahini Sulistyowati, M.Si. mengungapkan rasa terima kasih kepada PMII, dan menilai bahwasanya dialog dua arah dalam audiensi ini sifatnya sangat konstruktif.

“kami dari dinas kesehatan mengucapkan terimakasih banyak, dan saya berharap tidak hanya PMII tetapi pihak yang lainnya juga bisa ikut memberikan kontribusi masukan yang membangun seperti halnya yang adik-adik PMII lakukan.”

lebih lanjut Bu Dyan menegaskan terkait langkah-langkah penanganan pasca terjadi nya keracunan massal yang di sebabkan oleh salah satu SPPG yang ada di Kab Mojokerto yaitu akan melakukan kordinasi secara intens dengan korwil MBG dan pihak-pihak terkait.

“Kami tidak ingin hal seperti ini terjadi lagi, dan karena program mbg ini harus tetap terlaksana maka yang kami akan lakukan yaitu pemetaan apabila hal yang seperti ini terjadi kembali. Kedua kami berkoordinasi dengan Satgas MBG untuk melakukan pengawasan terhadap seluruh SPPG yang ada di Kabupaten Mojokerto secara berkala.”

Lebih lanjut Bu Dyan juga menghimbau kepada seluruh SPPG yang ada di kabupaten mojokerto agar bisa taat aturan secara penuh.

1. “Sediakan makanan yang benar-benar sehat, karena tujuan MBG yang di ucapkan oleh pak presiden itu untuk pemenuhan gizi

2. Jaga SOP, lalu Taati, ketika SOP itu dipatuhi maka tidak akan terjadi hal-hal seperti yang kemarin terjadi.

3. Untuk penerima manfaat, makan langsung ketika MBG itu diterima, jangan dibawa pulang,” tegasnya.

Bu Dyan menegaskan kembali jika terjadi hal yang tidak wajar, para guru dihimbau agar segera melapor tidak hanya ke SPPG tapi ke Dinas Kesehatan.

“Jika dikemudian hari terjadi peristiwa keracunan maka bisa segera melapor kepada kami dan pihak pihak terkait,” tutupnya.

 

Pewarta: Muhamad Sa’dan

Editor: Ahmad Wasiul Fikri

admin

Recent News