pcpmiimojokerto.com

IKA PMII Mojokerto Raya Resmi Bangun Graha Pergerakan Sebagai Pusat Konsolidasi

PC/PMIIMOJOKERTO – Dalam rangka memperkuat peran dan kontribusi di tingkat daerah, Pengurus Cabang Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC IKA PMII) Mojokerto Raya secara resmi memulai pembangunan Graha Pergerakan pada Minggu (1/2/2026). Prosesi peletakan batu pertama ini menjadi penanda dimulainya langkah strategis organisasi dalam menghadirkan ruang konsolidasi bersama bagi para alumni.

Pembangunan Graha Pergerakan merupakan program prioritas PC IKA PMII Mojokerto Raya pada periode kepengurusan saat ini. Gedung tersebut dirancang sebagai pusat pergerakan yang mampu menunjang kerja-kerja organisasi agar lebih terarah, efektif, dan efisien, sekaligus mengintegrasikan potensi alumni yang tersebar di berbagai bidang dan profesi.

Ketua IKA PMII Mojokerto Raya, Hidayat, menegaskan bahwa keberadaan Graha Pergerakan memiliki visi besar sebagai basis perjuangan dalam membangun Mojokerto serta memperkokoh nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

“Kita ingin kiprah kita semakin besar dan efektif. Melalui Graha Pergerakan ini, potensi-potensi IKA PMII bisa dikonsolidasikan di satu tempat demi kepentingan pembangunan Mojokerto dan menggerakkan syiar Aswaja,” ujar Hidayat (1/2).

Lebih lanjut, Graha Pergerakan tidak hanya difungsikan sebagai pusat administrasi organisasi, tetapi juga diharapkan menjadi ruang kreatif dan inklusif bagi kader serta alumni untuk bertukar gagasan dan merumuskan agenda perjuangan.

“Harapan kami, konsolidasi organisasi semakin bagus. Di tempat ini nanti akan banyak agenda dan forum-forum diskusi. Walaupun dimulai dari sekadar ngopi, insya Allah akan lahir banyak ide besar untuk kepentingan perjuangan kita,” tambahnya.

Untuk mempercepat proses pembangunan, IKA PMII Mojokerto Raya mengajak seluruh elemen alumni untuk terlibat secara kolektif melalui semangat gotong royong. Partisipasi bersama dinilai penting agar pembangunan fisik Graha Pergerakan dapat segera diselesaikan dan dimanfaatkan sebagai rumah bersama.

“Pesan saya, mari kita gotong royong membangun Graha ini dan menyelesaikannya secepat mungkin. Ini adalah rumah bersama milik pergerakan, mari kita manfaatkan bersama untuk kepentingan bersama,” tegasnya.

Di sisi lain, Ketua Majelis Pertimbangan IKA PMII Mojokerto Raya, Prof. Dr. KH. Asep Syarifudin Chalim, M.A, dalam sambutannya menekankan pentingnya empat pilar utama sebagai tugas kolektif dalam mewujudkan bangsa yang sejahtera dan berkeadilan.

Empat pilar tersebut meliputi lahirnya ulama dan ilmuwan besar yang mampu menerangi Indonesia dan dunia, terciptanya pemimpin bangsa yang menjunjung tinggi kesejahteraan serta keadilan, hadirnya para konglomerat besar yang berkontribusi nyata bagi kemakmuran bangsa, serta terwujudnya profesional yang berkualitas dan bertanggung jawab.

“Bapak dan ibu sekalian ini saya gemuruhkan dimana-mana semoga kemudian sinergis, dan tidak usah terlalu cepat seandainya tahun 2045 itu sudah berhasil itu berbarengan dengan Indonesia emas dan Indonesia usianya sudah 100 Tahun, untuk itulah PMII ikut serta melahirkan empat pilar ini,” jelas Kyai Asep.

Menurutnya, untuk mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur diperlukan sebuah miniatur pembangunan, dan Mojokerto dinilai layak menjadi rujukan karena posisinya yang strategis.

“Karena pantang bagi saya mengembalikan modal dalam memenangkan bupati, oleh karena itu bupatinya harus jujur dan anti korupsi tidak boleh ada fee proyek tidak boleh ada jual beli jabatan,” tegasnya.

Kyai Asep juga mendorong agar pembangunan Graha Pergerakan IKA PMII Mojokerto Raya dapat dipercepat. Ia menilai waktu satu tahun terlalu lama untuk penyelesaian pembangunan gedung tersebut.

“Setengah tahun harus jadi, saya akan memberikan ijazah (amalan) yani surah Az – Zumar ayat 67- 75 baca sekali saja sehabis sholat subuh dan ashar insyaallah setengah tahun selesai,” terangnya.

Selain memberikan dukungan spiritual, Kyai Asep juga menyatakan komitmennya untuk membantu secara material dengan menyumbangkan uang tunai sebesar Rp10.000.000,00 serta material bangunan berupa lima truk batu, pasir, dan seratus sak semen.

“Nanti ketika kemudian ketika habis saya datangkan lagi,” tambahnya yang disambut antusias para hadirin.

Acara peletakan batu pertama ini kemudian ditutup dengan doa bersama dan sesi foto bersama seluruh jajaran IKA PMII Mojokerto Raya.

 

Pewarta : Om Ipung, Ical

Editor : Imam Faisal Mobarok

Publisher : Sa’dan

admin

Recent News